Tampilkan postingan dengan label Cisco. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cisco. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Desember 16, 2017

Perbedaan Switch dan Hub, Simak Perbedaannya Menggunakan GNS3 dan Wireshark

Perbedaan Switch dan Hub, Simak Perbedaannya Menggunakan GNS3 dan Wireshark


Menulis adalah salah satu cara menusia untuk mendokumentasikan sesuatu yang dianggap penting, karena akan tiba saatnya ingatan akan hal tersebut menghilang. Berpegang pada prinsip tersebut kali ini saya akan membagikan sebuah pengetahuan fundamental dan juga cara pembuktiannya mengenai perbedaan switch dan hub. Pastinya penasaran kan? Oke langsung saja kita mulai pembahasannya ...


Perbedaan Switch dan Hub, Simak Perbedaannya Menggunakan GNS3 dan Wireshark


--- Switch ---

Berbicara mengenai switch, switch merupakan device yang berada pada layer 2 pada networking model TCP/IP Layer saat ini. Dengan kecepatan port saat ini support 100-10Gbps. FYI, sekarang networking model yang digunakan adalah TCP/IP bukan OSI layer, banyak yang salah kaprah tentang ini. Karena masuk pada layer 2, maka switch ini bisa menelaah dengan baik alamat fisik yang disebut MAC (Media Access Control) Address.

-- Cara Kerja Switch ---

Langsung saja kita buktikan bagaimana cara kerja switch, perhatikan topologi berikut  ini ...

Langsung saja kita buktikan bagaimana cara kerja switch, perhatikan topologi berikut  ini

Karena PC4-6 terhubung ke switch maka otomatis mereka masuk kedalam satu broadcast domain, maka dari itu kita tidak memerlukan yang namanya gateway. Berbicara mengenai collision domain, jumlah collision domain pada switch tergantung pada berapa jumlah port yang aktif, dari gambar tersebut kita sudah bisa menyimpulkan bahwa jumlah collision domainnya adalah 3. 

Perlu diketahui  bahwa semua  PC dalam keadaan fresh belum pernah terhubung ke PC  manapun atau lebih mudahnya arp cache mereka kosong. Perhatikan step berikut ...

PC5 ping ke PC4 maka, 

1. PC5 akan mengirimkan Broadcast ARP Request ke interface e0 Switch.
2. Switch menerima informasi ARP request dan menyebarkannya ke semua port kecuali port yang terhubung ke PC5 (incoming port).

Switch menerima informasi ARP request dan menyebarkannya ke semua port kecuali port yang terhubung ke PC5 (incoming port).

3. Kemudian PC4 akan mengirimkan ARP reply ke Switch dan Switch akan meneruskan ke PC5.

Kemudian PC4 akan mengirimkan ARP reply ke Switch.

Sebelum PC5 ping ke PC4 mac address table Swich masih kosong, nah sekarang coba kita cek ..

Sebelum PC5 ping ke PC4 mac address table Swich masih kosong, nah sekarang coba kita cek

Nah inilah kelebihan dari Switch bila dibandingkan dengan Hub, karena Switch memiliki mac address-table sedangkan Hub tidak. Jadi apabila ada incoming frame dengan alamat yang ada pada mac address table maka Switch tinggal membacanya dan meneruskan ke port tujuan bukan semua port seperti apa yang dilakukan Hub. 

Bagaimana dengan proses ARP Request dari PC5? apakah akan dilakukan terus ketika PC5 ping PC4 lagi? Jawabannya tidak dong, jelas ketika PC4 reply maka arp cache akan disimpan, tetapi ada expired timenya, jadi apabila tidak ada aktifitas koneksi maka arp cache akan dihapus otomatis, dan PC5 akan melakukan ARP Request kembali, seperti itu.

show arp command


--- Apakah Switch akan melakukan Broadcast terus menerus ? --- 

Pembahasan menarik berikutnya adalah apakah switch akan membroadcast destination mac? ya betul, tetapi hanya dilakukan ketika mac address-table switch tidak memiliki database tujuan mac. Setelah database didapatkan maka switch hanya akan meneruskan frame ke port dengan mac yang sesuai dengan mac tujuan. 

Skenario yang sama, PC5 ping ke PC4. Pada interface PC5 e0 >> switch e0/0 ini yang terjadi, tentu saja dia merequest ARP.

Skenario yang sama, PC5 ping ke PC4. Pada interface PC5 e0 >> switch e0/0 ini yang terjadi, tentu saja dia merequest ARP.

Lalu pada interface switch lainya apa yang terjadi?

Pada interface switch yang terhubung ke PC6 ini yang terjadi ...

Pada interface switch yang terhubung ke PC6 ini yang terjadi ...

Dia akan menerima broadcast, oy siapa yang punya alamat 172.16.100.4 ? Karena PC6 tidak mempunyai maka diam saja, wkkwkkw sombong juga nih, tapi dengan ini berarti dia tidak melakukan ARP reply ke switch.

Pada interface switch yang terhubung ke PC4 beda cerita ...

Pada interface switch yang terhubung ke PC4 beda cerita ...

 PC4 japri PC5 hahaha, bahasa gokilnya seperti itu, eh PC5 gak baca pesannya dia broadcast lagi, dan terakhir PC4 kembali japri PC5 bahwa dialah yang mempunyai ip address 172.16.100.4/24

PC4 japri PC5 hahaha, bahasa gokilnya seperti itu, eh PC5 gak baca pesannya dia broadcast lagi, dan terakhir PC4 kembali japri PC5 bahwa dialah yang mempunyai ip address 172.16.100.4/24

Jadi resume dari  pembahasan mengenai Switch ini adalah sebagai berikut :
- Switch bekerja pada Layer 2 TCP/IP Model.
- Switch mampu menelaah mac address dan memiliki mac address-table.
- Switch akan broadcast ke semua port kecuali port incoming untuk mendapatkan database mac yang belum ia punyai.
- Switch hanya akan meneruskan ke port tujuan dan tidak akan meneruskan frame ke semua port.
- Jumlah port aktif Switch sama dengan Jumlah Collision Domain.
- Semua port aktif/tidak aktif Switch sama dengan Satu Broadcast Domain, terkecuali terdapat VLAN.


Aye, Sekarang kita melangkah ke Hub

--- Hub ---

Hub merupakan perangkat yang berada pada layer 1 dengan kecepatan port hanya 10BaseT (10Mbps). Hub tidak mengenal mac address, jadi dia bekerja mirip seperti repeater, hanya meneruskan ke semua port kecuali incoming port.

-- Cara Kerja Hub ---

Untuk menjelaskan cara kerja hub cukup cepat dan mudah, sebelum itu perhatikan topologi berikut ..

 -- Cara Kerja Hub ---

Sekarang coba ping dari PC1 ke PC3 dan liat apa yang terjadi pada interface e1, e0, dan e2 Hub menggunakan Wireshark. Lets goo ...

Sekarang coba ping dari PC1 ke PC3 dan liat apa yang terjadi pada interface e1, e0, dan e2 Hub menggunakan Wireshark. Lets goo ...

Semua sama, hahaha inilah salah satu dampak negatif menggunakan hub. Ketika ada request maka akan di flood ke semua port begitu seterusnya, jadi ibarat seperti mendengarkan suara yang tidak kita inginkan namun terus  saja masih terdengar, solusi buat penghalang alias ganti hub ke switch. 

Stepnya seperti ini ...
1. Ketika PC1 ping ke PC3 maka PC1 akan mengirimkan ARP request ke Hub. 
2. Hub kemudian membroadcast ke semua port kecuali port masuk. 
3. PC3 mengirimkan ARP reply ke hub, nah si hub ngirim lagi ke semua port kecuali port PC3. 
4. Jika kita melakukan ping ulang, maka semua client yang terhubung akan mendapatkan copy informasi yang sebenarnya tidak dikehendaki, seperti itu kawan.

--- Kesimpulan Hub ---

1. Hub merupakan perangkat layer 1 TCP/IP model.
2. Hub hanya meneruskan informasi  saja.
3. Hub tidak memiliki mac address table.
4. Jumlah port aktif/pasif Hub sama dengan Satu Collision Domain.
5. Jumlah port aktif/pasif Hub sama dengan Satu Broadcast Domain.

Nah, sudah jelas ya? Apalagi  disertai penjelasan menggunakan Wireshark harusnya sudah paham sekarang. Oke sekian postingan "Perbedaan Switch dan Hub, Simak Perbedaannya Menggunakan GNS3 dan Wireshark". Semoga bermanfaat dan see you next time ...

Minggu, Mei 14, 2017

CISCO LAB 9: DHCP Relay Agent

CISCO LAB 9: DHCP Relay Agent


Hello temen-temen, kali ini dihari Minggu yang cerah ini kita akan belajar mengenai DHCP Relay Agent. Jadi dengan menggunakan DHCP relay agent ini, kita bisa meneruskan atau menggunakan perantara untuk bisa mengantarkan DHCP ke client, misal dalam kasus yang akan kita bahas adalah, DHCP Server ada pada suatu server, kemudian terhubung ke Router, nah Router inilah yang bertugas sebagai DHCP Relay Agent. 

CISCO LAB 9: DHCP Relay Agent

Topologi yang akan kita gunakan adalah sebagai berikut ...

CISCO LAB 9: DHCP Relay Agent

Oke, sudah jelaskan topologinya? Saatnya kita eksekusi ke bagian konfigurasi ...

1. Konfigurasi Server_DHCP

Masuk ke menu Desktop, beri ip address Server_DHCP.

Konfigurasi Server_DHCP

Pindah ke menu Services, masuk ke option DHCP, atur seperti ini.

Konfigurasi Server_DHCP

2. Konfigurasi Router_Relay
hostname Router_Relay
!
interface FastEthernet0/0
no ip address
duplex auto
speed auto
!
interface FastEthernet0/0.10
encapsulation dot1Q 10
ip address 10.10.10.1 255.255.255.224
ip helper-address 201.202.203.2
!
interface FastEthernet0/0.20
encapsulation dot1Q 20
ip address 20.20.20.1 255.255.255.224
ip helper-address 201.202.203.2
!
interface FastEthernet0/0.30
encapsulation dot1Q 30
ip address 30.30.30.1 255.255.255.224
ip helper-address 201.202.203.2
!
interface FastEthernet0/1
ip address 201.202.203.1 255.255.255.252
duplex auto
speed auto
!

3. Konfigurasi Switch
hostname Switch
!
!
!
spanning-tree mode pvst
!
interface FastEthernet0/1
switchport access vlan 10
!
interface FastEthernet0/2
switchport access vlan 20
!
interface FastEthernet0/3
switchport access vlan 30
!
interface FastEthernet0/4
switchport mode trunk
!
interface FastEthernet0/5
!

Its Time To Trial, Mari kita cek ip dhcp client ya ...

Its Time To Trial, Mari kita cek ip dhcp client ya ...

Its Time To Trial, Mari kita cek ip dhcp client ya ...

Its Time To Trial, Mari kita cek ip dhcp client ya ...

Semua client sukses mendapatkan ip dhcp dari DHCP_Server yang direlay oleh Router_Relay. Nah, mungkin sampai disini dulu ya temen-temen tutorial kali ini, semoga bermanfaat ...

Selasa, Mei 09, 2017

CISCO LAB 8: Intervlan Routing with DHCP

CISCO LAB 8: Intervlan Routing with DHCP


Oke hari ini kita akan belajar DHCP nih temen-temen, tapi DHCP yang diimplementasikan dengan Router, dan pembagian networknya menggunakan database yang sudah dibuat di switch, sehingga Router hanya perlu setting encapsulation dot1q saja. 

CISCO LAB 8: Intervlan Routing with DHCP


Berikut topologi yang akan kita pergunakan ...



CISCO LAB 8: Intervlan Routing with DHCP

Konfigurasi Router
1. Buat interface vlan 10 - vlan 30 dengan ip yang sudah ditentukan. Ip pada interface tersebut digunakan sebagai default route DHCP.
2. Buat dhcp pool vlan 10 - vlan 30.

!
ip dhcp pool vlan10
network 10.10.10.0 255.255.255.0
default-router 10.10.10.1
ip dhcp pool vlan20
network 20.20.20.0 255.255.255.0
default-router 20.20.20.1
ip dhcp pool vlan30
network 30.30.30.0 255.255.255.0
default-router 30.30.30.1
!
!
interface FastEthernet0/0
no ip address
duplex auto
speed auto
!
interface FastEthernet0/0.10
encapsulation dot1Q 10
ip address 10.10.10.1 255.255.255.0
!
interface FastEthernet0/0.20
encapsulation dot1Q 20
ip address 20.20.20.1 255.255.255.0
!
interface FastEthernet0/0.30
encapsulation dot1Q 30
ip address 30.30.30.1 255.255.255.0
!

Konfigurasi Switch
1. Buatlah vlan 10 - vlan 30.
2. Trunk interface yang terhubung ke Router.

!
interface FastEthernet0/1
switchport access vlan 10
!
interface FastEthernet0/2
switchport access vlan 20
!
interface FastEthernet0/3
switchport access vlan 30
!
interface FastEthernet0/4
switchport mode trunk
!

Konfigurasi PC
Setting semua pengalamatan ip address pc menjadi DHCP.

Tes DHCP Berhasil


Tes DHCP Berhasil


Tes DHCP Berhasil


Tes DHCP Berhasil

Kesimpulan
Jadi, semua pc bisa mendapatkan alamat ip secara otomatis (DHCP), dan semua pc saling terhubung, karena sudah ada protokol router on stick.

Senin, April 24, 2017

GNS3 LAB 10: Cisco NAT Overload

GNS3 LAB 10: Cisco NAT Overload 


Selamat siang temen-temen, di hari yang cerah ini, kali ini mimin akan share konfigurasi NAT Overload pada device Cisco, dibanding dengan Mikrotik memang ada trik tersendiri agar pc client bisa terkoneksi ke internet, sebab lain di packet tracer lain pula di GNS3, di packet tracer biasanya server tunggal nah, klo di gns3 server bener-bener asli, karena gns2 nya sudah kita hubungkan ke internet. Mantap to? hehehehe ...

GNS3 LAB 10: Cisco NAT Overload

Sebelum kita mulai ke lab, buat dulu topologinya seperti ini ya, jangan lupa ip addressnya,, hehehehe ....

GNS3 LAB 10: Cisco NAT Overload

Nah, yang gambarnya awan sudah pasti itu Internet ya, dan tugas kita adalah bagaimana cara menghubungkan client ke internet. Oiya, untuk IP Address bisa konfig sendiri ya, hehehe

1. Konfigurasi NAT overload di Router R1
2. Konfigurasi NAT interface pada Router R1
3. Konfigurasi access-list Router R1
4. Konfigurasi default route pada Router R1 dan R2
5. Konfigurasi static route pada R1 (untuk menghubungkan R2)
6. Konfigurasi domain lookup dan dns pada R1, jangan lupa semua pc client diberi dns 8.8.8.8

Sudah jelas ya job description nya? Langsung caw ...

1. Konfigurasi NAT overload R1
R1(config)#ip nat inside source list 1 interface FastEthernet0/0 overload        

*Note: mengapa interfacenya Fa0/0? karena Fa0/0 lah yang menuju sumber Internet. Juga berlaku pada ip nat outside.

2. Konfigurasi NAT interface R1
R1(config)#interface FastEthernet0/0
R1(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.252
R1(config-if)#ip nat outside
R1(config-if)#exit  
R1(config)#interface FastEthernet1/0
R1(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
R1(config-if)#ip nat inside
R1(config)#interface Serial2/0
R1(config-if)#ip address 20.20.20.1 255.255.255.252
R1(config-if)#ip nat inside

3. Konfigurasi Access-List R1
R1(config)#access-list 1 permit any

*Note: Tanpa access-list kita tidak dapat terhubung ke internet, meskipun jalurnya sudah ada.

4. Konfigurasi Default Route R1 dan R2
R1
R1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.10.10.1
R2
R2(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 20.20.20.1

*Note: Default route fungsinya mirip seperti Masquerade pada mikrotik.

5. Konfigurasi static route pada R1
R1(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 20.20.20.2

6. Konfigurasi domain lookup dan dns pada R1
R1(config)#ip domain-lookup
R1(config)#ip name-server 8.8.8.8

Sekarang tinggal uji coba ping dari pc client ke internet ya, 

Sekarang tinggal uji coba ping dari pc client ke internet ya,

Sekarang tinggal uji coba ping dari pc client ke internet ya,

Nah, apabila sudah reply,, berarti konfigurasi NAT kita berhasil, hip hip horeee. 

Rabu, April 12, 2017

CISCO LAB 7: Filter Komunikasi Unidirectional Antara Dua VLAN

CISCO LAB 7: Filter Komunikasi Unidirectional Antara Dua VLAN


Selamat pagi teman-teman, kali ini mimin sedang seneng-senengnya banget nih, karena salah satu masalah sudah terpecahkan nih, wkwkw, berasa beban hidup berkurang. Yups, mimin kemarin mengikuti salah satu lomba networking kecil-kecilan, nah ketemu suatu ilustrasi yang mengharuskan pc admin bisa terhubung ke pc client namun pc client tidak bisa terhubung ke pc admin. 4 hari kurang tidur, and this is ..... Berhasil temen-temen, alhamdulillah.

mimin menemukan blog yang menurut mimin jarang sekali orang share tutorial mahal seperti ini, via https://howdoesinternetwork.com/2012/allow-vlan-access-but-no-back

CISCO LAB 7: Filter Komunikasi Unidirectional Antara Dua VLAN

Okay, langsung saja kita praktekan ya gaess ...



Kita pake MLS (Multilayer Switch) sebab nanti harus ada routing supaya PC ADMIN bisa terhubung ke PC CLIENT. Namun PC CLIENT diblok tidak bisa terhubung ke PC ADMIN.

1. Buat VLAN 10 dan VLAN 20 di MLS. 
Switch(config)#vlan 10
Switch(config)#vlan 20

2. Beri ip address untuk tiap-tiap interface vlan.

VLAN 10: 10.10.10.1/24
VLAN 20: 10.10.20.1/24

VLAN 10
Switch(config)#interface vlan 10
Switch(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Vlan10, changed state to up
Switch(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0

VLAN 20
Switch(config)#interface vlan 20
Switch(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Vlan20, changed state to up
Switch(config-if)#ip address 10.10.20.1 255.255.255.0

3. Jangan lupa beri ip address pada PC CLIENT dan PC ADMIN
PC ADMIN: 10.10.10.2/24
PC CLIENT: 10.10.20.2/24

4. Lakukan routing pada MLS dengan cara ketikan "ip routing", selesai, gampang mudah? Pastikan kedua vlan sudah bisa terhubung.

5. Langkah final kita agar PC CLIENT yang tadinya terhubung ke PC ADMIN kita drop koneksinya. Tetapi PC ADMIN tetap bisa terhubung ke PC CLIENT.
Switch(config)#do sh access-list
Extended IP access list 100
10 permit tcp 10.10.20.0 0.0.0.255 10.10.10.0 0.0.0.255 established
20 permit icmp 10.10.20.0 0.0.0.255 10.10.10.0 0.0.0.255 echo-reply
30 deny ip 10.10.20.0 0.0.0.255 10.10.10.0 0.0.0.255
40 permit ip any any
Switch(config)#interface vlan 20
Switch(config)#ip access-group 100 in 

6. Saatnya kita uji coba brow,


PC ADMIN sukses ping ke PC CLIENT


PC CLIENT tidak bisa ping ke PC ADMIN, well done brow, hehehhee

Minggu, Maret 05, 2017

Switching: Konsep Virtual LAN (VLAN)

Switching: Konsep Virtual LAN (VLAN)


Hari ini kita akan belajar materi cisco nih gaes, kita mulai dari awal dulu yaitu Switching. Materi Switching sendiri akan kita awali dengan konsep virtual LAN. So, ayo kita mulai teman-teman ...

Switching: Konsep Virtual LAN


Switching: Konsep Virtual LAN

Apa yang ada didalam pikiran teman-teman semua ketika melihat gambar topologi diatas? Wow, banyak sekali switch nya, apa nggak mahal tuh, apa nggak repot ya instalasinya. Gambar topologi diatas menjelaskan bahwa disebuah kantor memisahkan jaringan tiap departemen, ada delapan departemen. Kalo seperti ini jadinya, seperti yang kita tahu switch memiliki satu broadcast domain dan beberapa collision domain (tergantung jumlah port), bila salah satu switch mengirimkan broadcast frame maka yang terjadi seluruh jaringan akan sangat sibuk atau penuh, apalagi klo si switch belum mengetahui alamat MAC salah satu kliennya, bisa dibayangkan deh, flood banget jaringannya nanti. 

 Setelah kita topologinya menjadi Switch Utama, Switch 1, Switch 2, Switch 3

Setelah kita topologinya menjadi Switch Utama, Switch 1, Switch 2, Switch 3, serta sudah diatur pembagian vlan per switch nya, dipastikan sudah aman dari flood broadcast frame deh. Kita bisa atur jumla vlan per switch sesuai kebutuhan jaringan yang kita desain. 

So, sebuah LAN itu didalamnya termasuk semua device yang masuk dalam satu broadcast domain yang sama.

Sebuah broadcast domain termasuk didalamnya satu set dari semua perangkat LAN yang terhubung, jadi itulah ketika device mengirimkan sebuah broadcast frame, semua device yang lain mendapatkan frame yang sama, Jadi, dari salah satu perspektif, kita bisa berpikir bahwa sebuah LAN dan sebuah broadcast domain pada dasarnya adalah hal yang sama.

Tanpa VLAN, sebuah switch akan mempertimbangkan semua interface nya untuk berada pada satu broadcast domain yang sama. Itu sebabnya ketika sebuah broadcast frame masuk ke salah satu port, maka semua port akan mendapatkan broadcast frame yang sama. 

Dengan VLAN, switch dapat membuat banyak broadcast domain, sehingga flood frame bisa dihindari dengan cara membuat VLAN, sebab dengan VLAN, otomatis kita sudah membuat individual broadcast domain.

Berikut beberapa alasan kenapa sih kita harus pake VLAN ...
  • Mengurangi CPU overheat pada setiap device dengan mengurangi jumlah device yang menerima broadcast frame. 
  • Mengurangi resiko keamanan dengan mengurangi jumlah host yang menerima salinan frame yang diberikan oleh switch (broadcasts, multicasts, dan unicasts unknown). 
  • Meningkatkan keamanan bagi host yang mengirim data penting dengan memisahkannya menggunakan VLAN.
  • Membuat desain yang lebih fleksibel, bisa membuat grup per departemen atau grup yang dapat bekerja bersama. 
  • Memecahkan masalah lebih cepat, karena bila dalam satu broadcast domain maka masalah utamanya terletak pada failure domain. 
  • Mencegah workload dari Spanning Tree Protocol (STP) dengan cara membatasi VLAN untuk mengakses switch.


VLAN Trunking


 VLAN Trunking

VLAN trunking ini diibaratkan seperti pipa air yang menyalurkan air dari satu tanggul ke tanggul yang lain, dalam hal ini trunk mengijinkan switch untuk menyalurkan frame dari banyak VLAN melalui satu koneksi fisik dengan menambahkan sebuah header kecil ke Ethernet frame. 



Bagaimana trunk bekerja? Pada gambar diatas bisa kita pahami PC11 mengirim sebuah broadcast frame ke interface Fa0/1, pada Step 1. Untuk menyebarkan frame, switch SW1 harus memforward broadcast frame ke switch SW2. Namun, SW1 harus menjelaskan ke SW2 bahwa frame tersebut adalah bagian dari VLAN 10, jadi setelah frame diterima, SW2 akan menyebarkan frame hanya ke VLAN10, VLAN 20 tidak di sebarkan. Seperti yang tertera pada Step 2, sebelum mengirim frame, SW1 menambahkan sebuah VLAN header Ethernet frame tujuan, dengan VLAN header yang tercantum sebuah VLAN ID 10 pada kasus ini.


Layer 3 Switch

 Layer 3 Switch

Sebuah pertanyaan muncul, dapatkah VLAN yang berbeda broadcast domain dapat saling berkomunikasi satu sama lain? Jawabannya adalah dapat, yakni dengan cara menggunakan Layer 3 Switch. 

Konsepnya, sebuah Layer 3 Switch bekerja mirip seperti dua device yaitu sebuah Layer 2 LAN switch dan sebuah Layer 3 router. Jadi disamping bisa membuat VLAN, perangkat ini juga bisa meroutekan jaringan yang berbeda, misal jaringan VLAN 10 yang terkoneksi dengan jaringan VLAN 20 melalui fungsi routing yang disediakan device Layer 3 Switch ini.

Kamis, Maret 02, 2017

CISCO LAB 6: Konfigurasi Routing OSPF Menggunakan 3 Router Cisco

CISCO LAB 6: Konfigurasi Routing OSPF Menggunakan 3 Router Cisco


Selamat malam teman-teman, apa kabar hari ini? Semoga sehat ya, hari ini mimin akan melanjutkan lab cisco kita, kita sekarang akan mencoba ke salah konfigurasi routing link state protocol, yaitu routing OSPF.

CISCO LAB 6 : Konfigurasi Routing OSPF Menggunakan 3 Router Cisco

Routing OSPF adalah salah satu jenis routing link state protocol, OSPF ini membuat sebuah hubungan dengan router tetangga dengan melakukan pertukaran Hello Packet. Hebatnya OSPF mempunyai hopcount tidak terbatas alias unlimited. OSPF juga mendukung VLSM/CIDR.

Kita masih menggunakan topologi dan pengalamatan ip yang sama dengan CISCO LAB 3 sebelumnya yang menggunakan routing RIP versi 2. 


Routing OSPF

Routing OSPF


Okew langsung saja kita terbang ke konfigurasinya ya ...

Konfigurasi Routing OSPF R1
R1(config)#router ospf 10
R1(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.255 area 0
R1(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
Konfigurasi Routing OSPF R2
R2(config)#router ospf 10
R2(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.255 area 0
R2(config-router)#net 20.20.20.0 0.0.0.255 area 0
R2(config-router)#net 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
Konfigurasi Routing OSPF R3
R3(config)#router ospf 10
R3(config-router)#network 20.20.20.0 0.0.0.255 area 0
R3(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0

Jadi ringkasnya konfigurasi routing OSPF seperti ini temen-temen ...


Saatnya uji coba koneksi antar client pc

Saatnya uji coba koneksi antar client pc

Saatnya uji coba koneksi antar client pc

Saatnya uji coba koneksi antar client pc

Oke teman, sekian cisco lab hari ini tentang "CISCO LAB 6 : Konfigurasi Routing OSPF Menggunakan 3 Router Cisco". Semoga senantiasa bisa menambah wawasan teman-teman semua ya, sampai jumpa di tutorial berikutnya ...